Cara Cek Tekanan APAR Sendiri: Panduan Rutin untuk General Affair (GA)

Bagi rekan-rekan General Affair (GA) atau tim Security di kantor dan pabrik, keberadaan tabung merah pemadam api seringkali dianggap sebagai “pajangan dinding”. Selama masih tergantung di situ, dianggap aman.

Padahal, APAR (Alat Pemadam Api Ringan) adalah perangkat mekanis yang bisa mengalami penurunan performa seiring waktu. Kami sering menemukan kasus di lapangan: saat terjadi kebakaran kecil di ruang panel, staf panik mengambil APAR, mencabut pin, menekan tuas, tapi… zonk. Tidak ada yang keluar.

Penyebab utamanya sepele: Hilangnya tekanan nitrogen pendorong. Dan ini sebenarnya bisa dideteksi berbulan-bulan sebelumnya jika Anda tahu cara melihatnya.

Artikel ini adalah panduan praktis “Do It Yourself” untuk Anda melakukan inspeksi bulanan tanpa perlu memanggil vendor setiap saat. Jadikan ini rujukan untuk mengisi kartu checklist APAR bulanan Anda.

Bagaimana Cara Cek Tekanan APAR yang Benar?

Cara paling akurat untuk mengetahui kondisi tekanan APAR adalah dengan melihat Pressure Gauge (Meteran Tekanan) di bagian atas tabung. Pastikan jarum indikator berada tepat di area hijau (Green Zone) yang menandakan tekanan kerja normal (13-15 bar). Jika jarum turun ke area merah sebelah kiri, artinya tekanan kurang (Low Pressure) atau nitrogen bocor, sehingga APAR wajib segera di-servis karena tidak akan bisa menyemprotkan media pemadam.

Memahami Arti Jarum Indikator APAR (Pressure Gauge)

Meteran bulat kecil di leher tabung itu adalah nyawa dari APAR Anda. Berikut cara membacanya layaknya membaca spedometer motor:

  1. Area Hijau (Good/Normal): Tekanan gas nitrogen di dalam tabung cukup untuk mendorong media (powder/foam) keluar sampai habis. Ini kondisi ideal.
  2. Area Merah Kiri (Recharge/Low): Bahaya! Tekanan sudah hilang atau bocor halus. Jika ditekan, isi tabung mungkin hanya “meludah” sedikit atau tidak keluar sama sekali.
    • Tindakan: Jangan dikocok-kocok berharap naik. Segera hubungi vendor untuk jasa isi ulang APAR.
  3. Area Merah Kanan (Overcharge/High): Tekanan terlalu tinggi. Ini berisiko tabung meledak jika terpapar panas ekstrem, meski jarang terjadi pada tabung berkualitas.
    • Tindakan: Hubungi teknisi untuk regulasi ulang tekanan.

> Catatan Teknis: Khusus untuk APAR jenis CO2 (Carbon Dioxide), biasanya tidak memiliki pressure gauge. Pengecekannya harus dengan cara ditimbang beratnya (berat total – berat kosong).

Apa Saja Langkah Maintenance APAR Bulanan Selain Cek Tekanan?

Selain melirik jarum, GA Manager yang teliti harus melakukan inspeksi fisik 3 poin ini saat keliling area:

1. Cek Segel dan Pin Pengaman

Pastikan segel plastik (safety seal) masih utuh melilit pin besi. Jika segel putus, ada kemungkinan APAR pernah dimainkan iseng atau tidak sengaja terpencet. Jika segel putus, segera lakukan penimbangan ulang untuk memastikan isinya masih penuh.

2. Cek Kondisi Selang (Hose) & Nozzle

Perhatikan selang karetnya. Di area gudang panas atau outdoor, selang seringkali retak-retak atau menjadi sarang tawon/laba-laba di bagian nozzle-nya. Sumbatan kecil di ujung selang bisa berakibat fatal saat keadaan darurat.

3. Cek Fisik Tabung (Korosi)

Untuk tabung yang ditaruh di lantai (tanpa alas) atau area lembab, cek bagian pantat tabung. Jika ada karat dalam (deep corrosion), tabung tersebut berisiko bocor atau meledak saat diisi tekanan tinggi. Jangan ambil risiko, ganti tabung baru.

Mengapa Kartu Checklist APAR Itu Penting?

Sering kami lihat kartu gantung di APAR kosong melompong tanpa paraf. Padahal, kartu ini adalah “rekam medis” alat tersebut.

Saat audit ISO atau inspeksi K3 Disnaker/Damkar, hal pertama yang diminta bukan mendemokan APAR, tapi melihat Kartu Checklist APAR. Pastikan tim Anda (Security/HSE) memaraf kartu tersebut setiap bulan sebagai bukti bahwa aset tersebut terawat.

Kapan Harus Memanggil Teknisi Ahli?

Jika saat inspeksi mandiri Anda menemukan:

  • Jarum di posisi merah (kiri).
  • Tabung berkarat parah.
  • Media powder terdengar menggumpal (tidak ada suara “pasir jatuh” saat tabung dibalik).

Maka itu saatnya Anda butuh bantuan profesional. Jangan coba-coba membongkar kepala tabung sendiri karena tekanan tinggi di dalamnya bisa mencederai wajah Anda.

Mengapa Memilih CV. 2H Safety Sebagai Partner Maintenance Anda?

Kami di CV. 2HSafety tidak hanya menjual tabung, tapi kami menjual “Ketenangan Pikiran”.

Bagi klien korporat di Bogor, Depok, dan Jakarta, kami menawarkan layanan purna jual yang memudahkan tugas GA:

  1. Layanan Jemput Bola: Jarum merah? Telpon kami, tim kami yang angkut ke workshop di Cibinong.
  2. Backup Unit: Kami pinjamkan tabung pengganti selama unit Anda kami servis. Area Anda tidak akan pernah kosong perlindungan.
  3. Legalitas Lengkap: Kami terbitkan Faktur Pajak dan sertifikat pengisian untuk kelengkapan audit Anda.

FAQ Schema (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Berapa kali APAR harus dicek?

Pengecekan visual (tekanan dan fisik) wajib dilakukan minimal 1 bulan sekali. Sedangkan pembongkaran/servis total (hydrostatic test) disarankan setiap 5 tahun sekali atau sesuai rekomendasi pabrikan

Apa penyebab tekanan APAR turun padahal tidak dipakai?

Penyebab paling umum adalah kebocoran halus pada sil karet (O-Ring) di leher tabung, suhu ruangan yang ekstrem (terlalu dingin), atau jarum manometer yang macet/rusak.

Apakah APAR yang jarumnya di merah masih bisa dipakai?

Secara teknis, TIDAK BISA DIANDALKAN. Meskipun mungkin masih ada sedikit sisa tekanan, semprotannya akan sangat lemah dan tidak tuntas memadamkan api. Jangan ambil risiko, segera isi ulang

Kesimpulan

Mengecek tekanan APAR itu mudah, gratis, dan hanya butuh waktu 30 detik per tabung. Namun, 30 detik itu bisa menyelamatkan pabrik senilai miliaran rupiah. Jadikan ini rutinitas, bukan beban.

Jika Anda menemukan jarum indikator yang tidak di posisi hijau, jangan tunda.

Butuh bantuan inspeksi massal atau isi ulang APAR dengan layanan antar-jemput?

Hubungi tim teknis kami. Kami siap membantu audit kondisi alat pemadam di gedung Anda.

[WhatsApp Tim Maintenance] |

Scroll to Top